Kesenjangan Antara Penguasaan Teori Morfologi dan Praktik Menulis Akademik: Analisis Penggunaan Afiks pada Karya Tulis Mahasiswa
Kata Kunci:
Afiks, Morfologi, Karya Tulis Mahasiswa, Kesalahan Bahasa, Penulisan AkademikAbstrak
Afiksasi merupakan proses morfologis krusial dalam pembentukan makna dan kategori kata melalui penambahan prefiks, sufiks, infiks, dan konfiks. Dalam konteks penulisan akademik, ketepatan penggunaan afiks menjadi determinan utama kejelasan makna dan kualitas kebahasaan teks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan afiks dalam karya tulis mahasiswa, mengidentifikasi tipologi kesalahan yang muncul, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas tulisan ilmiah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi, data penelitian yang terdiri dari makalah, laporan, dan tugas akhir mahasiswa dikumpulkan secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan simak-catat, sedangkan analisis data mencakup tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Validitas temuan dijamin melalui triangulasi teknik, peer debriefing, dan audit trail. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa prefiks meN- merupakan afiks yang paling dominan digunakan namun sekaligus menjadi sumber kesalahan tertinggi, terutama akibat aplikasinya pada konstruksi kalimat pasif. Sufiks -kan dan -i juga sering mengalami kesalahan penggunaan akibat generalisasi aturan, sementara infiks ditemukan sangat jarang muncul. Selain itu, penggunaan konfiks ke-an dan pe-an menunjukkan adanya kerancuan dalam mendiferensiasi kategori kata benda dan kata kerja. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan (gap) antara penguasaan teori morfologi secara pasif dengan kemampuan aplikatif mahasiswa dalam penulisan fungsional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi mahasiswa memerlukan transformasi pembelajaran morfologi yang lebih aplikatif, integrasi latihan menulis dengan umpan balik (feedback) korektif, serta penyediaan modul referensi kesalahan umum. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan standar penulisan ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Referensi
Budiman, P. M. (2025). Analisis Morfologi dalam Konteks Penulisan Ilmiah.
Chaer, A. (2012). Morfologi Bahasa Indonesia. Rineka Cipta.
Chaer, A. (2020). Linguistik umum. Rajawali Press.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Denzin, N. K. (2018). The research act: A theoretical introduction to sociological methods. Routledge.
Hasanah, N. (2021). Penerapan afiksasi dalam penulisan akademik mahasiswa. Jurnal Literasi Bahasa, 6(1), 12–24.
Hulu, I. C., Bawamenewi, A., Riana, & Waruwu, L. (2025). Peningkatan Kemampuan Siswa Mengulas Karya Fiksi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Kelas VIII SMP Negeri 1 Alasa Talumuzoi. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(2), 1175-1186. https://doi.org/10.23960/simbol.v13i2
Kridalaksana, H. (2011). Kamus Linguistik. Gramedia.
Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.
Mahendra, G. (2022). Analisis morfologi pada teks ilmiah. Jurnal Lingua, 9(2), 88–99.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nazihatun Najiba, N., Wurianto, A., & Isnaini, H. (2023). Analisis kesalahan afiksasi dalam teks mahasiswa BIPA. Jurnal Bahasa dan Budaya, 12(2), 115–124.
Putri, M., dkk. (2017). Analisis kesalahan morfologi dalam karya tulis ilmiah mahasiswa. Jurnal Pendidikan Bahasa, 8(1), 45–52.
Putri, S., & Sari, D. (2022). Evaluasi kesalahan morfologi dalam penulisan ilmiah mahasiswa. Jurnal Kajian Bahasa, 4(3), 210–220.
Rahmawati, E. (2023). Penguasaan morfologi mahasiswa dalam penulisan ilmiah. Bahtera Bahasa, 11(1), 1–10.
Ramlan, M. (2009). Morfologi: Suatu tinjauan deskriptif. Andi Offset.
Santoso, B. (2020). Penggunaan afiks meN- dalam teks eksposisi mahasiswa. Jurnal Ilmiah Edu, 14(2), 70–78.
Setiawan, I., & Mandala, H. (2021). Analisis kesalahan afiksasi dalam skripsi mahasiswa. Bahasa dan Sastra, 5(2), 65–72.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulastri, A., Yunus Ms, N. H., & Riniawati, R. (2020). Analisis kesalahan penggunaan afiks dalam makalah mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Al Asyariah Mandar. Pepatudzu: Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan, 16(1), 51–59. https://doi.org/10.35329/fkip.v16i1.661
Wardani, R. (2022). Kesalahan berbahasa dalam penulisan karya ilmiah. Jurnal Edukasi Bahasa, 5(4), 330–342.
Widodo, H. (2019). Pembelajaran morfologi dalam konteks akademik. Jurnal Pendidikan Bahasa, 3(2), 55–63.
Yuliana, F. (2021). Penerapan kaidah morfologi dalam skripsi mahasiswa. Jurnal Ilmu Budaya, 7(1).
Zega, E. V. A. N., Ndruru, M., Harefa, N. A. J., & Bawamenewi, A. (2024). Analisis Kesalahan Bahasa Indonesia di Artikel Jurnal Taehao PBSI. Jurnal Kata: Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 12(2), 159-169. http://dx.doi.org/10.23960/Kata
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Multikola: Jurnal Kolaborasi Multidisipliner

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





