Analisis Profesionalisme Guru Berdasarkan Empat Kompetensi Guru dalam Proses Pembelajaran di SMA Negeri 2 Gunungsitoli

Penulis

  • Keren Widia Gulo Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Nias Autor/in
  • Chrisna Yanti Telaumbanua Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Nias Autor/in
  • Erniwati Halawa Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Nias Autor/in
  • Irene Infak Halawa Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Nias Autor/in
  • Seniman Putri Sari Zega Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Nias Autor/in
  • Fitriyani Zalukhu Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Nias Autor/in
  • Natalia Kristiani Lase Program Studi Agroteknologi, Universitas Nias Autor/in

Kata Kunci:

Profesionalisme Guru, Kompetensi Guru, Guru Biologi, Pembelajaran, Kompetensi Pedagogik

Abstrak

Profesionalisme guru merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan karena berpengaruh langsung terhadap kualitas proses pembelajaran. Profesionalisme tersebut tercermin melalui penguasaan empat kompetensi guru, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme guru Biologi berdasarkan penerapan empat kompetensi guru dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 2 Gunungsitoli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah sebagai informan utama. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Biologi telah menerapkan keempat kompetensi guru dengan cukup baik. Kompetensi pedagogik terlihat dari kemampuan guru menyusun modul ajar dan menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik peserta didik. Kompetensi profesional ditunjukkan melalui penguasaan materi serta kemampuan mengaitkan materi Biologi dengan kehidupan sehari-hari. Kompetensi sosial tercermin dari komunikasi yang baik antara guru dengan peserta didik, sesama guru, dan warga sekolah. Kompetensi kepribadian ditunjukkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, serta keteladanan. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan laboratorium Biologi, terbatasnya sarana praktikum, padatnya jadwal pembelajaran, serta perbedaan motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan serta dukungan sarana pembelajaran agar profesionalisme guru semakin optimal.

Referensi

Aini, N., & Putri, R. A. (2023). Pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif terapi berbasis bahan alam. Jurnal Farmasi Indonesia, 20(2), 85–94.

Arifin, Z. (2020). Metodologi penelitian pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Campbell, N. A., Urry, L. A., Cain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., & Orr, R. B. (2021). Campbell biology (12th ed.). Pearson.

Dewi, N. K., & Rahman, A. (2022). Aktivitas antioksidan berbagai ekstrak bawang putih (Allium sativum L.): Tinjauan literatur. Jurnal Biologi Tropis, 22(3), 856–865.

Handayani, S., & Kurniawan, D. (2024). Potensi senyawa bioaktif bawang putih dalam mendukung kesehatan manusia. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 22(1), 15–27.

Harborne, J. B. (2019). Metode fitokimia: Penuntun cara modern menganalisis tumbuhan (Edisi revisi). ITB Press.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Farmakope herbal Indonesia (Edisi III). Kementerian Kesehatan RI.

Kurniawati, E., & Sari, D. P. (2021). Efektivitas ekstrak bawang putih sebagai antibakteri terhadap bakteri patogen. Jurnal Kesehatan Andalas, 10(2), 112–120.

Mulyani, E., & Wibowo, A. (2022). Kandungan fitokimia dan aktivitas biologis tanaman herbal Indonesia. Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas, 19(1), 45–56.

Nugroho, A. E. (2018). Farmakologi bahan alam. Gadjah Mada University Press.

Pratiwi, R., & Lestari, M. (2023). Studi literatur manfaat Allium sativum L. sebagai tanaman obat. Jurnal Biologi Indonesia, 19(2), 175–186.

Rahayu, S., & Hidayat, T. (2024). Peran metabolit sekunder bawang putih terhadap aktivitas antimikroba. Jurnal Biosains, 11(1), 44–53.

Rukmana, R. (2018). Bawang putih: Budidaya dan pascapanen. Kanisius.

Sari, I. P., & Yuliana, D. (2021). Aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih terhadap bakteri penyebab infeksi. Jurnal Teknologi Laboratorium, 10(1), 30–38.

Singh, R., & Singh, K. (2022). Therapeutic potential of garlic (Allium sativum): A review. Journal of Herbal Medicine, 32, 100543.

Taiz, L., Zeiger, E., Møller, I. M., & Murphy, A. (2018). Plant physiology and development (6th ed.). Oxford University Press.

United States Department of Agriculture. (2023). FoodData Central. U.S. Department of Agriculture.

World Health Organization. (2021). WHO global report on traditional and complementary medicine 2021. World Health Organization.

Yadav, S., Sharma, P., & Kumar, V. (2023). Bioactive compounds and medicinal properties of garlic: Recent advances. Frontiers in Pharmacology, 14, 1189456.

Zhang, H., Li, Y., Wang, X., & Chen, J. (2024). Garlic-derived organosulfur compounds and their biological activities: A comprehensive review. Foods, 13(4), 612.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-03

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Gulo, K. W., Telaumbanua, C. Y., Halawa, E., Halawa, I. I., Zega, S. P. S., Zalukhu, F., & Lase, N. K. (2026). Analisis Profesionalisme Guru Berdasarkan Empat Kompetensi Guru dalam Proses Pembelajaran di SMA Negeri 2 Gunungsitoli. Multikola: Jurnal Kolaborasi Multidisipliner, 1(2), 158-166. https://ejournal.yaryas.co.id/index.php/jkm/article/view/75

Artikel Serupa

1-10 dari 15

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.